Osasuna vs Atletico Madrid 0-2, Hujan Kartu Merah

Osasuna vs Atletico Madrid 0-2, Hujan Kartu Merah

Pertandingan LaLiga Spanyol antara Osasuna vs Atletico Madrid berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Los Rojiblancos. Laga itu sendiri diwarnai dengan tiga kartu merah dan lima kartu kuning.

Atletico Madrid melakoni pertandingan tandang melawan Osasuna pada lanjutan LaLiga Spanyol 2023/24 pekan ketujuh, Jumat (29/9/2023) dini hari WIB. Laga tersebut berlangsung di Estadio El Sadar.

BACA JUGA: Inter Miami vs Houston Dynamo 1-2, No Messi No Party

Dilihat dari klasemen, posisi Atletico Madrid dan Osasuna sejatinya bak langit dan bumi. Hanya saja, jalannya pertandingan bagaikan big match dengan tensi yang tinggi dan banyak pelanggaran yang terjadi.

Statistik mencatat total ada 18 pelanggaran, dengan 14 di antaranya datang dari kubu Osasuna dan sisanya dari Atletico Madrid. Dari 14 pelanggaran tersebut, tiga di antaranya berbuah kartu kuning dan dua kartu merah. 

Adapun dari Atletico Madrid, anak asuh Diego Simeone menerima dua kartu kuning dan satu kartu merah.

Jalannya Pertandingan Osasuna vs Atletico Madrid

Jalannya pertandingan kedua tim pada babak pertama tidak ada pelanggaran yang signifikan dan menjurus membahayakan. Bahkan, baik Osasuna dan Atletico Madrid kerap melakukan jual-beli serangan.

Kubu Los Rojiblancos berhasil mencetak gol terlebih dahulu lewat kemelut yang terjadi di depan gawang Osasuna pada menit ke-20. Antoine Griezmann yang sigap melihat peluang, mengubah bola liar menjadi sebuah gol. 

Skor 1-0 itu bertahan hingga babak pertama selesai. Memasuki babak kedua, baik Osasuna dan Atletico Madrid mulai memanas. 

Kartu kuning pertama didapat pemain Osasuna, Alejandro Catena setelah melakukan dorongan kepada Samuel Dias Lino pada menit ke-54. Pertandingan makin panas setelah Aimar Oroz mendapat kartu kuning pada menit ke-76 seusai melakukan sikutan kepada pemain Atletico Madrid, Axel Witsel. 

Tak terima anak asuhnya terkena kartu kuning, pelatih Osasuna, Jagoba Arrasate melakukan protes keras kepada wasit, yang berujung kartu merah.

BACA JUGA: Newcastle vs Man City 1-0, The Magpies Cetak Rekor di Musim Ini

Tanpa kehadiran sang pelatih, permainan Osasuna berantakan. Atletico Madrid memanfaatkan momentum tersebut dengan mencetak gol kedua lewat aksi Rodrigo Riquelme pada menit ke-81.

Setelah gol Rodrigo, laga berjalan dengan panas dan tensi tinggi. Samuel Dias Lino melakukan pelanggaran pada menit ke-82 dan menerima kartu kuning. 

Disusul kartu kuning Alvaro Morata seusai melakukan kekerasan ke pemain Osasuna pada menit ke-84. Pelanggaran kembali terjadi pada menit ke-85. 

Morata melakukan pelanggaran kedua, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Selanjutnya, Osasuna juga mendapat satu kartu merah setelah Ezequiel Avila melakukan protes keras ke wasit dan pertikaian dengan Morata.

Sama-sama bermain dengan sepuluh orang, Osasuna gagal mengejar ketertinggalan dari Atletico Madrid. Los Rojiblancos berhasil mempertahankan keunggulan 2-0 sekaligus mengunci tiga poin di kandang Osasuna.

Susunan Pemain Osasuna vs Atletico Madrid

Osasuna (4-3-3)

Aitor Fernandez; Jesus Areso, Alejandro Catena, David Garcia, Juan Cruz; Aimar Oroz, Lucas Torro, Pablo Ibanez; Ezequiel Avila, Ante Budimir, Johan Mojca.

Atletico Madrid (5-3-2)

Jan Oblak; Lino, Mario Hermoso, Jose Maria Gimenez, Axel Witsel, Nahuel Molina; Saul Niguez, Koke, Marcos Llorente; Alvaro Morata, Antoine Griezmann.

Editor: Ranto Rajagukguk

Hujan Deras Tunda Sprint Race MotoGP India 2023

Hujan Deras Tunda Sprint Race MotoGP India 2023


Jakarta

Sprint Race MotoGP India 2023 tertunda dari jadwal awal. Ini terjadi lantaran guyuran hujan deras.

Titik hujan di Buddh International Circuit, alias Sirkuit Internasional Buddh, pada hari Sabtu (23/9) sudah terlihat sejak kualifikasi Moto3.

Disebutkan lebih lanjut oleh Crash.net, hal ini pada prosesnya berimbas pula ke rangkaian jadwal balap MotoGP pada hari ini yang semula diprediksi berjalan dalam kondisi kering.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak penyelenggara akan menambahkan sesi khusus 15 menit ke jadwal sebelum Sprint Race petang ini jika lintasan tetap basah. Merujuk pada situs MotoGP.com sesi itu disebut “Wet Session” dan berlangsung sedari pukul 18.30 WIB.

Masih merujuk penyesuaian jadwal di situs resmi MotoGP, Sprint Race MotoGP India 2023 kini dijadwalkan untuk digelar pada pukul 18.08 WIB sampai dengan 19.00 WIB sebanyak 11 putaran. Alias mundur dari jadwal sebelumnya yakni pukul 17.00 WIB sampai dengan 17.45 WIB.

Menurut informasi Crash.net, ada pula kerisauan di antara para rider mengenai tingkat keamanan permukaan lintasan dalam kondisi basah. Apalagi ini adalah gelaran perdana MotoGP India 2023 di Sirkuit Buddh.

(krs/rin)

Hasil Liga Europa: Hujan Gol Warnai Laga Ajax vs Marseille, Albion Takluk dari AEK Athens

Hasil Liga Europa: Hujan Gol Warnai Laga Ajax vs Marseille, Albion Takluk dari AEK Athens

Amsterdam: Hujan gol dan satu kartu merah warnai laga Ajax Amsterdam versus Olympique Marseille pada match day ke-1 Grup B Liga Europa 2023/2024 di Stadion Johan Cruyf Arena, Amsterdam, Jumat 22 September 2023 dini hari WIB.
 
Ajax sempat unggul 2-0, sebelum disamakan tim tamu. Tuan rumah Ajax unggul cepat pada menit ke-9 melalui aksi Carlos Forbs, dan menggandakannya pada menit 20 lewat Steven Berghuis.
 
Tim tamu Marseille merespons cepat dan membalas dua gol lewat J Clauss menit 23 dan Pierre Aubameyang menit 38. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 3-3.



Babak kedua, penjaga gawang Marseille Pau Lopez kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya. Ajax mencetak gol ketiganya pada laga tersebut lewat gelandang 21 tahun Kenneth Taylor di menit ke 52.
 
Beruntung Marseille memiliki striker sarat pengalaman Pierre Aubameyang. Striker asal Gabon yang pernah memperkuat Dortmund, Arsenal dan Chelsea ini mencetak gol ketiga klubnya, atau gol keduanya di laga tersebut pada menit 78.
 
Tensi tinggi pertandingan membuat pemain muda Ajax berusia 18 tahun, Silvano Vos, harus dikartu merah wasit pada pengujung babak kedua. Sebelumnya Vos sudah mendapat kartu kuning pada menit ke-55.
 
Tak ada lagi gol tambahan di waktu tersisa. Kedua tim bermain imbang 3-3 dan harus berbagi satu poin.
 

Pada laga lainnya di Grup B, wakil Inggris Brighton & Hove Albion harus mengakui tamunya AEK Athens dari Yunani. Saling berbalas gol terjadi di laga yang digelar di Stadion The American Express Community, Jumat dini hari tadi.
 
Skor akhir adalah 2-3 untuk keunggulan AEK Athens. Tim tamu mencetak tiga gol lewat D Sidibe menit ke-11, M Gacinovic (40) dan E Ponce (84′). Sementara tuan rumah Albion hanya membalas dua gol lewat penalti Joao Pedro menit 30 dan 67.
 
Raihan tiga poin membuat AEK Athens memimpin sementara Grup B Liga Europa dengan poin 3, diikuti Marseille dan Ajax yang mengemas 1 poin. Sedangan Albion berada di juru kunci dengan nirpoin. 
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(RIZ)

Masyarakat Lintas Agama di Banyuwangi Doa Bersama Minta Turun Hujan, Debit Air Dam Menurun Drastis

Masyarakat Lintas Agama di Banyuwangi Doa Bersama Minta Turun Hujan, Debit Air Dam Menurun Drastis

Liputan6.com, Banyuwangi – Masyarakat lintas agama di Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, menggelar selamatan dan doa bersama untuk minta hujan. Ritual doa bersama itu dilaksanakan di DAM Koperan desa tersebut.

Dalam doa bersama itu para petani membawa nasi yang ditaruh didalam nampan untuk makan bersama.

“Kegiatan ini kita lakukan mulai pagi, umat Hindu dan Islam berdoa secara bergantian,” Kata Kordinator doa bersama, Sugiono Kamis (20/9/2023).

Dalam ritual minta hujan ini kata dia, umat Hindu di Desa Ringintelu memulai dengan menggelar doa mulai pukul 08.00 Wib. Setelah itu selanjutnya umat Islam melakukan doa bersama.

“Tahun lalu ada umat Kristiani juga, tapi tahun ini hanya diikuti umat Muslim dan Hindu,” paparnya.

Kata Suginono, kemarau panjang sejak Agustus 2023 sangat dirasakan oleh para petni dan warga. Pertumbuhan tanaman padi dan palawija milik petani, terganggu karena kurangnya air.

“Kami tidak mengatakan gagal panen tapi memang menurun drastis dibanding sebelumnya,”tuturnya

Saat ini, di daerah irigasi DAM Karangdoro, Kecamatan Tegalsari yang normalnya sekitar 10 ribu sampai 12 ribu meter kubik per detik, kini debit air turun hingga 7.000 meter kubik per detik.

“Debit air itu tidak akan cukup mengaliri sawah yang bakunya seluas 16.165 hektare,” jelasnya.

Berkurangnya debit air ini, pihaknya mengajak para petani dan umat beragama untuk menggelar ritual dia bersama minta hujan. Ini sebagai upaya mengantisipasi kekeringan.

“Selama ini kami lakukan gilir air, jadi  masih bisa teratasi. Doa bersama ini kita lakukan sebagai antisipasi agar tidak berdampak lebih parah lagi,” tegasnya.

Setelah doa bersama warga yang hadir lalu makan bersama nasi tumpeng yang dibawa dari rumah.

Di Kabupaten Blora, ada sekitar 188 desa yang mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan berupa air bersih ke sebanyak 850 desa di 32 kabupaten/kota yang terdampak musim kemarau pad…

Manchester City dan Barcelona Hujan Gol

Manchester City dan Barcelona Hujan Gol

loading…

Sebanyak delapan pertandingan pembuka fase grup Liga Champions 2023/2024 telah rampung digelar, Rabu (20/9/2023) dini hari WIB. Manchester City dan Barcelona hujan gol / Foto: Barcelona

PARIS – Sebanyak delapan pertandingan pembuka fase grup Liga Champions 2023/2024 telah rampung digelar, Rabu (20/9/2023) dini hari WIB. Paris Saint-Germain ( PSG ), Manchester City , dan Barcelona membawa pulang tiga poin dari laga perdana ini.

PSG menang 2-0 saat menjamu Borussia Dortmund di Parc des Princes. Kedua gol tuan rumah masing-masing dicetak Kylian Mbappe (pen 49′) dan Achraf Hakimi (58′).

Kemenangan ini membuat PSG menempati posisi teratas di Grup F dengan nilai tiga poin. Di pertandingan lain, Manchester City pesta gol ke gawang FK Crvena Zvezda dengan skor 3-1.

Ketiga gol Man City masing-masing dicetak Julian Alvarez (47′, 60′) dan Rodri (73′). Sementara tim tamu mendapat gol hiburan melalui aksi Osman Bukari.

Man City memperpanjang catatan tak terkalahkan di Liga Champions menjadi 27 kali. The Citizens menempati posisi ketiga dalam daftar empat klub dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah kompetisi selama bermain di kandang.

Di pertandingan lain, pesta gol juga terjadi saat Barcelona menghujani gawang Royal Antwerp dengan lima gol tanpa balas. Kelima gol tuan rumah dicetak Joao Felix (11′, 66′), Robert Lewandowski (19′), dan Jelle Bataillie (Og 22′).

Hasil Lengkap Pertandingan Grup E-H Liga Champions:

Grup E

Feyenoord vs Celtic 2-0
Lazio vs Atletico Madrid 1-1

Grup F

PSG vs Borussia Dortmund 2-0
AC Milan vs Newcastle United 0-0

Grup G

Manchester City vs FK Crvena Zvezda 3-1
Young Boys vs RB Leipzig 1-3

Grup H

Barcelona vs Royal Antwerp 5-0
Shakhtar Donetsk vs FC Porto 1-3

(yov)

Hujan Meteor di Jabar, Pakar ITB Wanti-wanti Hal Berbahaya Ini

Hujan Meteor di Jabar, Pakar ITB Wanti-wanti Hal Berbahaya Ini



Bandung

Langit Pulau Jawa dihebohkan dengan fenomena meteor jatuh. Fenomena itu pun bisa dilihat warga pada Kamis (14/9) malam, termasuk di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Ahli Astronomi sekaligus Dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB Hakim L Malasan pun punya penjelasan mengenai fenomena tersebut. Halim mengatakan, kemungkinan meteor yang jatuh itu jenis bolide atau fireball karena ukurannya yang cukup besar dan terlihat secara kasat mata.

“Yang paling alamiah itu biasanya disebut sebagai bolide atau meteor yang jatuh ukurannya kecil tapi kalau lihat kadarnya besar seperti itu. Bisa juga dia masuk ke dalam kategori fireball, fireball itu kalau dia meledak di angkasa gitu ya,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (15/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hakim, meteor jenis bolide ataupun fireball tak akan berbahaya. Apalagi, fenomena hujan meteor selama Agustus hingga Desember merupakan hal yang lumrah. Fenomena hujan meteor dapat disaksikan masyarakat karena sedang musim kemarau.

“Pertengahan Agustus kita punya hujan meteor yang cukup ramai, dan itu mungkin ada yang tersisa sampai September, bahkan sampai September ini masih ada hujan meteor, jadi hujan meteor itu kan 12 kali dalam setahun,” terangnya.

Dugaan lain, kata Hakim, benda langit yang disaksikan warga Bandung itu bisa jadi adalah sampah antariksa dari satelit atau roket. Biasanya, sampah antariksa akan menyisakan partikel yang jatuh di permukaan Bumi karena jaraknya yang tidak terlalu jauh .

Bila memang benar sampah antariksa, Hakim meminta masyarakat agar waspada dan tidak menyimpannya sembarangan. Sebab menurutnya, ada unsur radioaktif yang akan berbahaya bagi kesehatan.

“Itu kan sampah antariksa kemungkinan ada unsur radioaktif di dalamnya, yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan kalau dipegang begitu aja atau disimpan di rumahnya, misalnya bekas roket atau satelit yang jatuh, itu kan sangat berbahaya,” tuturnya.

Hakim juga mengimbau kepada masyarakat agar tak menyimpan sembarangan benda yang jatuh dari langit berupa meteorit ataupun sampah antariksa. Ia menyarankan benda langit itu diserahkan ke lembaga terkait seperti BRIN.

“Imbauan saya satu, kalau meteor itu menyisakan meteorit dan kemudian jatuh ke permukaan, saya harap masyarakat tidak mengambil kemudian menyimpan sendiri gitu ya, tapi laporkan karena itu kan bukti ilmiah yang penting,” tuturnya.

“Karena, banyak sekali buktinya orang kejatuhan meteor terus dijual begitu ya, bagi astronom itu miris sebetulnya seperti itu karena itu kan batuan yang punya nilai ilmiah dan penting untuk penelitian, tapi banyak yang dijual karena memang ada kolektornya yang mau membayar mahal,” pungkasnya.

(ral/yum)

Polusi udara Jakarta: Dapatkah hujan buatan perbaiki kualitas udara?

Polusi udara Jakarta: Dapatkah hujan buatan perbaiki kualitas udara?

Hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya, pada Minggu (27/08) lalu.

Sumber gambar, Nurphoto/Getty Images

Keterangan gambar,

Hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya, pada Minggu (27/08) lalu.

Pemerintah Indonesia sedang bersiap menciptakan hujan buatan dalam rangka mengatasi masalah polusi udara di Jakarta, sebelum Indonesia memasuki puncak musim kering pada September.

Hujan lebat di kawasan Jabodetabek pada Minggu malam (27/08) adalah hasil operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan oleh sejumlah lembaga pemerintah.

Cara tersebut tampaknya berhasil menurunkan tingkat polusi di ibu kota untuk sementara waktu, menurut situs pemantau kualitas udara – meskipun masih di rentang yang tidak sehat.

Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah cara lain untuk menurunkan tingkat polusi, salah satunya dengan menyemprotkan air dari atas gedung.

Warga Jakarta Bingung Mendadak Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Warga Jakarta Bingung Mendadak Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah wilayah di Jabodetabek, termasuk Jakarta, diguyur hujan pada Minggu (27/8/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan itu adalah upaya mengatasi polusi udara yang melanda wilayah ini beberapa waktu lalu.

Laporan detik.com yang mengutip sejumlah warga di Bogor, Depok dan Tangerang Selatan, hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hujan deras terjadi di wilayah Tangsel. Untuk wilayah Depok, hujan diketahui turun di kawasan Sukmajaya, Cilodong. Di kota Bogor, hujan deras juga turun yang disertai angin kencang. Hujan terjadi di Ciomas, Tamansawi serta Ciawi.

Hujan tersebut merupakan hasil modifikasi cuaca. Karena Indonesia tengah dalam musim kemarau, jadi hujan yang turun adalah hasil rekayasa.

“Sekarang masih musim kemarau. Hujan turun karena sedang dilakukan penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC),” kata Kepala BMKG Dwikorita, dikutip dari detik.com, Senin (28/8/2023).

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto juga memastikan rekayasa hujan adalah salah satu upaya mengatasi polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Dia menjelaskan rekayasa itu untuk mempercepat potensi pertumbuhan awan hujan menjadi hujan. Rekayasa tersebut dengan disemai menggunakan bubuk garam NaCI.

TMC dilakukan dengan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari BMKG, BRIN, BNPB, dan TNI AU.

“Rekayasa cuaca yang dimaksud adalah dengan mempercepat potensi pertumbuhan awan hujan menjadi hujan dengan disemai dengan bubuk garam NaCl. TMC ini hasil kerja sama BMKG, BRIN, BNPB, dan TNI AU,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Cuaca Panas Mendidih, China-India Jadi Penentu Suhu Bumi


Hujan Buatan BMKG di Jakarta Ampuh Atasi Polusi? Simak Hasilnya

Hujan Buatan BMKG di Jakarta Ampuh Atasi Polusi? Simak Hasilnya

Dampak polusi udara di Jakarta, khususnya terhadap kesehatan penduduk, menjadi masalah serius. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa pada tanggal 24 Agustus 2023, jumlah kasus penyakit saluran pernapasan akut (ISPA) di Jakarta mencapai angka 200.000.

Jumlah kasus penyakit pernapasan ini merupakan 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus ISPA selama masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi, angka kasus ISPA hanya sekitar 50.000.

“Itu ada akibatnya juga karena polusi udara,” ujarnya Menkes Budi saat ditemui tim Liputan6.com di sela-sela acara ASEAN Finance and Health Ministerial Meeting di Hotel Mulia Senayan, Jakarta pada Kamis (24/8/2023).

Selain itu, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga mengungkapkan dampak polusi udara terutama dalam meningkatnya kasus penyakit pernapasan pada anak balita. Hasil Survey Kesehatan Nasional (SURKESNAS) Tahun 2011 menunjukkan, sekitar 28 dari setiap 100 anak balita yang meninggal disebabkan oleh ISPA, terutama pneumonia.

Ini berarti sekitar 5 dari setiap 1000 anak balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia, sehingga terdapat sekitar 140.000 anak balita yang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Pada kasus saat ini karena polusi udara, tren peningkatan kasus ISPA juga terlihat di Jakarta Selatan pada tahun 2023. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mencatat bahwa selama periode Mei hingga Juli 2023, terjadi peningkatan kunjungan ke puskesmas oleh penderita ISPA sebesar 22 persen.

Mayoritas pasien ISPA adalah anak-anak berusia 0-5 tahun atau balita, dengan jumlah mencapai 62.186 orang. Namun, dampak polusi udara tidak hanya memengaruhi balita, karena ada juga 45.247 orang berusia 9-60 tahun dan 13.225 orang berusia 5-9 tahun yang terkena ISPA. Jumlah pasien yang berusia di atas 60 tahun relatif lebih sedikit, hanya sebanyak 7.588 orang.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan bahwa pada tahun 2019, polusi udara telah berkontribusi terhadap 6,7 juta kematian di seluruh dunia. Dari angka tersebut, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa polusi udara ambien (luar ruangan) menjadi penyebab 4,2 juta kematian pada tahun yang sama.

“Tegasnya, polusi udara menjadi penyebab 1 dari 6 kematian di dunia. Kemudian di India terjadi hampir 1,6 juta kematian akibat polusi udara di tahun 2019,” papar Tjandra Yoga kepada tim Liputan6.com melalui pesan singkat, pada Rabu (16/8/2023).

Hujan Buatan Sulit Dilakukan di Jakarta Hari Ini

Hujan Buatan Sulit Dilakukan di Jakarta Hari Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta sulit dilakukan pada Senin (28/8/2023) hari ini.

Kepala Deputi Klimatologi BMKG Guswanto mengatakan, kondisi ini disebabkan oleh tidak terlihatnya potensi pertumbuhan awan hujan di langit Ibu Kota.

“Jika dibandingkan (kemarin) untuk hari ini DKI berkurang ya (potensi pertumbuhan awan hujan),” ujar Guswanto kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: BMKG: Hujan di Jabodetabek Minggu Kemarin karena Modifikasi Cuaca

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, potensi pertumbuhan awan hanya terlihat di beberapa wilayah penyangga Jakarta, misalnya Depok, Kabupaten Bogor, dan Tangerang.

Terlihat juga potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah lain di Banten dan Jawa Barat. Namun, potensi pertumbuhan awan ini dapat berubah-ubah setiap waktu.

“Pertumbuhan awan ini (berubah-ubah), sangat tergantung dinamika atmosfer,” kata Guswanto.

Menurut Guswanto, BMKG selalu memonitor pertumbuhan awan hujan dan menginformasikannya secara daring melalui situs resmi.

Baca juga: Hujan Hasil Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Tak Merata, BMKG: Tergantung Awan

Sebelumnya, hujan sempat mengguyur sebagian wilayah Jabodetabek pada Minggu (27/8/2023) sore hingga malam hari.

Hujan ini diklaim sebagai hasil penerapan TMC dalam rangka mengatasi masalah polusi udara.

Berdasarkan data hasil pemantauan Radar Cuaca BMKG, hujan ringan hingga sedang mengguyur sebagian Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Tangerang Selatan.

Sedangkan sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Jakarta Barat diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat.

Adapun modifikasi cuaca ini dilakukan sebagai langkah dalam menangani kualitas udara di Jabodetabek yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Kemarau yang berkepanjangan diyakini menjadi salah satu penyebab munculnya polusi udara.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.